PRESS RELEASE IKON ROGA MAHA RUPA

nyoman mahadiartha 27 April 2021 09:21:20 WITA

PRESS RELEASE
23 April 2021
ROGA MAHARUPA: Desa Les meluncurkan ikon instagramable yang terbuat dari sampah plastik.
Pemerintah Desa Les, dengan dukungan dari Universitas Carroll, Wisconsin, Amerika Serikat danSea Communities meluncurkan ikon desa instagramable yang terbuat dari sampah plastik tepat pada hari Kuningan 24 April 2021.
Ikonnya merupakan ikan bluemarlin yang sedang mengendarai ombak dan dikawal oleh tempat sampah yang tutup berbentuk penyunya dibuat dengan sampah plastik. Dengan tinggi 2.1meter dan lebar 2 meter, ikon ini dinamai Roga Maha Rupa berarti sampah besar yang memiliki berbagai wujud. Jadi ini merupakan sebuah perwujudan sampah yang mencemari lingkungan dalam jumlah yang besar dan akan menjadi penyakit di lingkungan itu sendiri jika kita tidak menyadarinya.
Ikon desa ini merupakan ide dari Gede Adi Wistara, SH sebagai Kepala desa Les. Wistara mencatat bahwa Les terkenal dengan pariwisata laut, air terjun Yeh Mempeh, dan pengolahan sampah.Membuat ikon dari plastik residu merupakan contoh desa dalam menunjukan kreativitas pengolahan sampah plastik. Dia menekankan melalui ikon ini bahwa “produsen harus sadar dengan produknya, setelah memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen,produk mereka juga akan menjadi sampah residu yang berbahaya bagi lingkungan.”Beliau berharap ikon ini akan menjadi batu loncatan yang akan mendukung upaya desa untuk memilah dan mengolah sampah plastik.
Komang Trisna Ananda dari Les merancang dan menamai ikon, juga bersama teman-teman pemuda lainnya yang semuanya pembuat ogoh-ogoh (patung besar) berpengalaman. Ia berkata bahwa proses pembuatan ikon plastik ini membutuhkkan waktu lebih panjang dibandingkan dengan ogoh-ogoh. Khususnya waktu yang dihabiskan dalam memilah berbagai jenis plastik untuk bahan pembuatan ikon.
Projek ini didanai oleh mahasiswa Universitas Carroll. Kampus mereka mengirim mahasiswa mereka ke Les untuk pengalaman immersi dan pertukaran budaya setiap dua kali setahun dalam tiga tahun terakhir, namun program ini tidak dapat dilaksanakan tahun ini. Dengan mendukung projek ini membuat para mahasiswa merasakan pengalaman virtual dari Bali.
Dosen mereka, Kerry Wiedemann berkata “Para mahasiswa mengikuti perkembangan dari projek ini dengan ketertarikan yang luar biasa, dan menikmati interaksi dengan rekan-rekan Bali di Desa Les.”
Kontras dengan mereka yang meremehkan Bali ketika masalah sampah plastik dipublikasikan,Wiedemann mengatakan bahwa mahasiswanya merasa sebagai masyarakat dunia, sangat penting untuk mengambil tanggung jawab terhadap masalah lingkungan yang dihadapi planet kita. Berbicara tentang tanggung jawab ini, salah satu mahasiswanya, Betsy Borgwardt berkata“Sampah mengapung dari berbagai negara berbeda ke laut lan dan hanyut dipantai Bali.
Reporter dan media membuat Bali menjadi musuh daripada korban. Penting bahwa di masa depan,ketika kita berupaya untuk mengurangi krisis sampah di Bali, semua negara dan turis yang menggunakan plastik juga menerima peran dalam krisis yang dialami.”
Edgar Bernal, Koordinator Sea Communities yang membantu memfasilitasi projek ini berkata“Ini merupakan hasil yang signifikan dari pengalaman baru dalam melaksanakan program pariwisata antar negara dalam batasan ketat yang diberlakukan karena COVID-19. Inimembantu pemimpin desa melangkah maju dalam edukasi tentang kampanye kesadaran terhadap sampah plastik, mendukung kreativitas seniman muda desa untuk menyalurkan kembali bakat membuat ogoh-ogoh dan menjadi sebuah pengalaman edukasi bagi mahasiswa luar negeri”
Berbicara tentang dampak dari ikon untuk mereka yang melihatnya, I Gede Suyasa, SP selaku Kepala Camat Tejakula berkata “Siapapun yang melihat ikon blue marlin yang terbuat dari sampah akan diingatkan dengan berbagai macam organisme laut yang harus kita selamatkan.Semoga hal ini dapat membuat kita ingat untuk menjaga kebersihan laut kita.”
Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Komentar atas PRESS RELEASE IKON ROGA MAHA RUPA

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Les

tampilkan dalam peta lebih besar