PEMBUATAN GARAM TRADITIONAL DESA LES
31 Oktober 2019 11:34:53 WITA
PROSES PEMBUATAN GARAM TRADITIONAL DI DESA LES
Pembuatan garam di Desa Les sudah berlangsung secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya secara otodidak.
Proses awal pekerjaan yang dilakukan yaitu proses pembersihan lahan dari tumbuhan rumput dan sejenisnya dilanjutkan dengan pembuatan Petakan / Petak-petak.Proses selanjutnya adalah dengan menyiramkan / mengisi air laut ke tanah yang ada dipetakan dan setelah setengah kering lalu dilakukan proses penggemburan dengan menggunakan alat yang disebut dengan Bangkrak sampai kering . Tanah yang sudah kering tadi lalu dimasukkan kedalam suatu wadah yang biasa disebut dengan Tinjung ( suatu alat yang berbentuk seperti Parabola yang terbuat dari anyaman bambu )lalu dipadatkan selanjutnya Tinjung tadi diisi dengan air laut sampai penuh , pengambilan air laut dilakukan dengan menggunakan alat yang dinamakan sene / timba . Air laut yang sudah disaring dalam tinjung selanjutnya ditampung dalam sebuah tempat penampungan berupa bak yang ada tutupnya . Proses selanjutnya adalah menuangkan air laut yang sudah disaring tersebut ke dalam tempat penguapan selama 3 ( tiga ) hari sampai air laut benar-benar kering sehingga timbul butiran – butiran / kristal garam. Garam yang sudah dipanen ditampung kedalam wadah yang disebut dengan Katung untuk ditiriskan sehingga tidak ada lagi air laut yang tersisa / tercampur di dalam garam tersebut dan garam siap untuk dijual atau dipasarkan .
Untuk mendapatkan kualitas garam yang baik maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Air Laut
Mutu air laut sangat mempengaruhi waktu yang diperlukan untuk penguapan / pemukatan garam dan juga kadar Iodium yang dihasilkan .
2. Keadaan Cuaca
- Panjang kemarau berpengaruh langsung kepada kesempatan untuk membuat garam dengan pertolongan sinar matahari .
- Curah Hujan dan pola hujan rata-rata dalam setahun merupakan indikator yang mempengaruhi daya penguapan air laut.
- Kecepatan Angin, Kelembaban udara dan suhu udara sangat mempengaruhi kecepatan penguapan air , dimana makin besar penguapan maka makin besar jumlah garam yang dihasilkan .
- Tanah
3. Jenis tanah
Jenis tanah mempengaruhi warna dan kemurnian garam yang dihasilkan .
Komentar atas PEMBUATAN GARAM TRADITIONAL DESA LES
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA TAHUN 2024
- PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA TAHUN ANGGARAN 2024
- ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA TAHUN ANGGARAN 2025
- PERDES PERUBAHAN APBDES TAHUN 2024
- PERDES LPJ TAHUN 2024
- AGENDA DESA BULAN MARET 2025
- PEMBINAAN DAN PENILAIAN AWAL LOMBA DESA DARI TIM PEMBINAAN KABUPATEN BULELENG